Blog kawan

Dokumen

Statistik

INFO

DALAM RANGKA TAHUN BARU MASEHI #2012: BLOG SEDANG DIPERMAK ULANG.

Tampilkan postingan dengan label berita kantor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita kantor. Tampilkan semua postingan

Ajak Pengangkut Sampah Gembira, YDSF Bagikan 200 Bingkisan

Written By Informasi singkat tentang saya on Senin, 20 Oktober 2008 | 20.46

suarasurabaya.net| Mengajak para tukang sampah atau mereka yang biasa mengangkut sampah dari rumah-rumah menuju tempat pembuangan akhir (TPA), Kamis (25/09) Yayasan Dana Sosial Alfalah (YDSF) Surabaya membagikan sekurangnya 200 bingkisan.

Menurut WIRAWAN staf Humas YDSF Surabaya, kegiatan sosial Kamis (25/09) tersebut merupakan agenda rutin setiap tahun yang digelar pada saat Ramadhan. Dan kali ini, giliran para tukang sampah yang memperolehnya.

“Bingkisan berisi sembako, sirup serta kue-kue tersebut Ramadhan tahun ini kita bagikan kepada para tukang sampah disekurangnya 7 kelurahan yang ada di Kota Surabaya. Mudah-mudahan aksi ini mengawali aksi sosial masyarakat yang lainnya,” terang WIRAWAN saat ditemui suarasurabaya.net, Kamis (25/09).

Sebelum pemberian bingkisan, digelar lomba membuat ketupat yang melibatkan seluruh tukang sampah diwilayah 7 kelurahan tersebut. Peserta diminta untuk membuat sebanyak-banyaknya bungkus ketupat yang terbuat dari janur.

Berhasil menjadi pembuat bungkus ketupat terbanyak adalah tim dari Kelurahan Kertajaya dan Kelurahan Airlangga, yang masing-masing mengumpulkan 29 bungkus ketupat. “Kita berharap kegiatan pembagian bingkisan tidak sekedar membagikan lalu selesai. Sebelumnya kita bergembira bersama dalam lomba membuat ketupat,” ujar WIRAWAN.(tok)

Teks foto:
-Lomba membuat ketupat diikuti para tukang sampah.
Foto: TOTOK suarasurabaya.net
20.46 | 0 komentar | Read More

2.177 Binaan PLASMA-YDSF Mendapatkan Bingkisan Lebaran

Written By Informasi singkat tentang saya on Kamis, 11 September 2008 | 13.52

Assalamu'alaikum Wr.Wb
Yang terhormat orang tua asuh saya,
Saya ucapkan banyak Terima kasih yang telah membantu saya. berupa parsel lebaran maupun beasiswa, karena sangat Bermanfaat bagi saya.
Mudah-mudahan orang tua asuh saya makin banyak rezekinya, panjang umur Dan sehat selalu serta Mendapat limpahan Pahala dari Allah SWT, amin.
Saya juga mengucapkan Terima kasih kepada Plasma-YDSF, yang Menjadikan saya sebagai anak asuh para donatur.
Mudah-mudahan Plasma-YDSF Tetap jaya serta sukses selalu.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Sby, 18 Sept 2008
SA'DAH RIZQIYAH
namovanma Surat di atas ditulis oleh Sa'idah Rizqiyah, salah satu anak asuh Program Pena Bangsa Direktorat Pusat Layanan Sosial Masyarakat-Yayasan Dana Sosial Al Falah (PLASMA-YDSF) atas ucapan yang diberikan setelah mendapatkan bingkisan lebaran hari Kamis lalu (18/9).
"Bulan Ramadhan adalah bulan berkah". Begitulah kira-kira ungkapan awam yang sering kita dengar. Barangkali ungkapan ini benar adanya. Sejumlah 2.177 orang yang menjadi binaan Pusat Layanan Sosial Masyarakat-Yayasan Dana Sosial Al Falah mendapatkan kesempatan untuk tersenyum dengan mendapatkan bingkisan lebaran berupa satu paket sembako berisi 5 kg beras, 1 lt minyak goreng, susu bubuk ukuran 300 gr, teh celup 1 kotak isi 50 pcs, sarden 1 kaleng ukuran 250 gr, kecap manis ukuran 140 mL, dan gula pasir 1 kg.
Rincian dari 2.177 orang tersebut adalah sebagai berikut: 400 untuk anak asuh Program Pena Bangsa, 52 paket untuk Rumah Cinta Yatim, 750 untuk Program Pemulung Sejahtera, 150 paket untuk Program Salur Tebar Hewan Qurban, 500 paket untuk Layanan Mustahik, dan 325 paket untuk Program Layanan Kesehatan Sosial. Distribusi yang diberikan mulai tanggal 18-25 September 2008 ini mendapatkan sambutan dan kesan yang baik, salah satunya adalah dari Sa'idah seperti yang tertulis pada surat di atas.
13.52 | 0 komentar | Read More

Salurkan saja ke YDSF...










namovanma "Yang baik itu adalah kita, amil/muzakki itu mendatangi mereka (mustahik_red) untuk kita beri zakat. Bukan mereka datang ke kita dengan membawa proposal, berbondong-bondong datang. Itu berbahaya!" tegas Ustadh Agung Cahyadi (PUSDA) ketika mengisi kajian Ramadhan di kantor kami.

Fenomena zakat yang terjadi saat ini, lebih-lebih setelah dieksposnya berita tewasnya 23 orang korban pembagian zakat secara langsung di Pasuruan (15/9), menjadikan kita semakin miris saja melihatnya. Barangkali benar dan memang benar apa yang disampaikan oleh Ustadh Agung di atas. Adalah berbahaya ketika mereka yang mendatangi kita dengan berbondong-bondong seperti itu. Tragedi Zakat Pasuruan akhirnya membuktikan apa yang disampaikan Ustadh Agung ini

Hal senada juga disampaikan oleh Ustadh Faridh Dhofir dalam artikel yang ditulisnya berjudulnya "Agar Kaum Dhuafa Tetap Punya Harga Diri" sebagai berikut:

Pembagian zakat dengan cara mengundang orang-orang miskin datang secara massal ke rumah orang kaya atau LAZ merupakan fenomena tidak sehat. Sehingga mereka berdesak-desakan di halaman atau sampai antri mengular di bawah terik matahari adalah salah satu contoh distribusi zakat yang tidak mendidik. Selain mengikis sifat ’iffah yang merupakan akhlaqul karimah, hal ini menghilangkan rasa malu yang merupakan benteng moralitas seorang mukmin. Fenomena ini juga akan menimbulkan budaya ’kerja keras’ dengan segala persaingannya untuk mendapat belas kasihan orang lain.

Bahkan, herannya lagi ketika saya membaca berita di Jawa Pos online edisi Jumat, 19 September 2008 yang isinya:
Persiapan matang juga dilakukan Pabrik Rokok Gudang Garam (GG). Dalam pembagian sedekah tahunan tahun ini, 600 personel polisi akan dikerahkan. Bukan hanya dari polresta, tapi juga polwil dan Brimob. Jumlah tersebut belum termasuk 100 satpam GG. Pengamanan juga dibekingi 30 petugas paramedis dan tiga ambulans. ''Kami pun menyiapkan PMK (pemadam kebakaran) dan satu unit kendaraan water canon,'' ujar Kapolresta AKBP Dedi Prasetyo kepada Radar Kediri melalui ponsel kemarin.

Hmm... dalam benak saya dan rekan kerja saya berpikir, "kok seperti kumpulan masa yang ingin berdemonstrasi dan merusak saja?"

Tragedi tewasnya mustahik dalam pembagian zakat di Pasuruan tentu tidak akan terjadi ketika ada strategi lain yang lebih aman dan mendidik, yakni dengan mendatangi mereka dari rumah ke rumah. Seperti halnya Muadz bin Jabal pada masa khalifah Umar bin Khattab dan Yahya bin Said pada masa khalifah Umar bin Abdul Aziz yang menjadi petugas zakat mengambil dan mengirimkan zakat. Adanya petugas yang mengambil dan mengirimkan ini tentu mereka yang amanah dan dijamin kejujurannya. Karena ketepatan sasaran dalam memberikan zakat itu akan memberikan rasa yang benar-benar bermanfaat khususnya bagi mereka yang sangat membutuhkan.

Berbagai lembaga amil zakat (LAZ) saat ini telah banyak membantu dalam pengelolaan dan penyaluran zakat ini. Sekali lagi tentu mereka (LAZ) haruslah lembaga yang sudah terakreditasi, terpercaya, dan teruji akuntanbilitasnya. Alhamdulillah, lembaga kami Yayasan Dana Sosial Al Falah (YDSF) menjadi salah satu diantaranya yang dipercaya untuk menyalurkan hasil zakat, infaq, dan shadaqoh kepada para mustahik yang membutuhkan. Survei sebelum dilakukan penyaluran zakat adalah aturan kami yang harus dilakukan guna memastikan dan mendapatkan data yang absah mengenai data mustahik yang hendak diberikan bantuan/zakat.

Saat ini, sepertinya masih ada masyarakat yang belum "puas" atau "sreg" ketika dilwatkan lembaga pengelola zakat dengan kekhawatiran tidak sampai, tidak tepat sasaran, atau dilempar-lempar. Seperti yang disampaikan oleh Umi Toha, salah satu muzakki:

Mengapa tidak menyalurkan zakat melalui badan pengelola zakat? Umi menolak dengan halus. ''Bukannya saya tidak percaya. Tapi, lebih enak dan lebih baik saya berikan langsung kepada mereka. Kalau diserahkan ke badan pengelola, belum tentu sampai ke orangnya (tidak tepat sasaran). Nanti malah dilempar-lempar. Kasihan kan orang yang terpuruk itu semakin terpuruk nanti,'' tegas wanita yang kemarin berbaju dan berkerudung putih itu. (Jawa Pos onlie edisi Jumat, 18 September 2008).



Makanya, ayo kita berzakat... Agar Zakat itu Makin Bermanfaat....
Salurkan saja ke YDSF.....
amanah dan profesional
13.52 | 1 komentar | Read More

500 Pemulung Karnaval Kemerdekaan

Written By Informasi singkat tentang saya on Selasa, 26 Agustus 2008 | 00.35

ydsf Siapapun berhak merayakan hari kemerdekaan negerinya. Perayaannya pun beragam. Senin (18/8), sebanyak 500 pemulung berpakaian sangat unik berkarnaval dan berlagak bak pragawan.

Ke-500 pemulung itu berasal dari lima titik komunitas pemulung di Suarabaya, yaitu Putatjaya, Rangkah, Kalisari, Baratajaya dan Ngagel. “Sejak lama, pemulung binaan kami meminta pada kami untuk membuatkan kegiatan dalam memperingati hari kemerdekaan, setelah berembuk, kita bersepakat membuat karnaval,” kata Aries Munandar, koordinator Program Pemulung Sejahtera Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF).

”Walaupun pemulung, mereka-mereka juga orang Indonesia yang juga berhak merayakan kemerdekaan negerinya.” Katanya. YDSF, imbuhnya, hanya menyiapkan tempat, sedangkan kostum-kostum yang dipakai untuk karnaval diserahkan kepada para pemulung itu sepenuhnya.

Karnaval itu, lanjut Aries, dimulai dari Balai Pemuda di Jalan Yos Sudarso Surabaya lalu keluar menuju ke Jalan Walikota Mustajab, lalu berbelok ke kiri ke Jalan Simpang Dukuh, lalu, melewati Jalan Gubernur Surya dan berakhir dibalai Pemuda.

Seusai berkarnaval, panitia akan memilih 10 orang berpenampilan paling menarik. Setelahnya, kesepuluh pemulung itu akan dipersilakan untuk memperagakan busana uniknya di hadapan yang lain. ”Mereka akan bergaya bak pragawan. Panitia akan memberi hadiah pada mereka” cetus Aries. Selain itu, panitia juga akan memberikan hadiah berupa uang tunai sebanyak sarujuta rupiah bagi komunitas pemulung yang dianggap kompak.

Kegiatan ini, tutur Aries diharapkan dapat mewadahi keinginan para pemulung itu untuk merayakan kemerdekaan bangsanya juga sebagai momen silaturahim antar komunitas pemulung. ”Selain itu, kegiatan ini kami harapkan bisa menjadi hiburan tersendiri bagi para pemulung itu beseerta keluargamnya. Ini sebagai wujud cinta kami kepada para mustahiq (orang yang berhak diberi bantuan),” ujarnya.

Munakayah, pemulung asal Makam Rangkah, satu dari sepuluh yang terpilih sebagai peserta yang berbusana unik mengaku senang dengan kegiatan peringatan kemerdekaan RI kali ini. "Seneng, acaranya beda dengan yang tahun lalu, sekarang lebih banyak jalan-jalannya," katanya. Peringatan hari kemerdekaan RI kali ini memang berbeda dengan tahun sebelumnya yang selam dua tahun berturut-turut menggelar upacara kemerdekaan ala pemulung. Wanita 40 tahun yang berpakaian ala paskibraka ini berjanji akan ikut dalam perayaan kemerdekaan tahun mendatang. "YDSF selalu buat peringatan kemerdekaan yang aneh tapi menyenangkan, saya dan keluarga pasti ikut," ketusnya.

foto : Wirawan Dwi
Caption Foto : PEMENANG KOSTUM UNIK, Munakayah pemulung asal Makam Rangkah memperagakan busananya di depan pemulung lainnya
(Wirawan)
00.35 | 0 komentar | Read More

Outbound di Seloliman, Trawas-Mojokerto bersama Pendamping Lapangan Program Pemulung Sejahtera (PPS)

Written By Informasi singkat tentang saya on Kamis, 31 Juli 2008 | 11.30




Kata sang guru, refreshing itu perlu. Pencerahan pikiran itu perlu juga. Di tengah-tengah kesibukan dan kelelahan pikiran akhirnya saya ikutan juga ke Seloliman. Pergi sama temen-temen relawan Program Pemulung Sejahtera punyanya kantor. Lumayan memfreshkan pikiran. Mulai dari bakar jagung sampai jadi tukang dokumentasi outboundnya. Ya, gambar di atas adalah beberapa produknya. Kalau yang paling atas sendiri dikritik, ya itu kan rekayasa game saja. Maklum, belum semuanya ngikhwahi. Kita juga masih dalam proses berdakwah.
Pikiran untuk membangun jaringan akhirnya masih nyantol di kepalaku. Biasa, dapet pelajaran berharga dari Mr. Pit, pembangun jaringan luas. Mencakup tingkat nasional. (isooo ae...). Akhirnya dapat kontak juga sama salah satu pengurusnya Seloliman dan instrukturnya. Kalau di gambar terakhir, orangnya nomor tiga dari kiri kaos biru. Bagi temen-temen yang mau ke sana dan butuh kontaknya bisa tak kasih.
Bagus lho tempatnya. Buat hicking cukup lumayan lah. alurnya naik turun, naik turun. Maklum lagi, Seloliman adalah bekas hutan dulunya yang tidak terurus. Akhirnya dibeli dengan harga murah dan dikelola. Di sana banyak sekali tanaman-tanaman yang bermanfaat dan kerennya lagi temen-temen di Seloliman mencoba untuk memberdayakan masyarakat sekitar untuk cinta lingkungan dan memanfaatkan sampah untuk didaur ulang. Baik didaur ulang menjadi pupuk kompos atau menjadi barang berharga yang layak dijual dengan harga tinggi. Sayang, waktu itu mau beli produknya, toko sudah tutup. Saking laris manisnya, dalam beberapa jam lamanya sudah habis. Waktu itu kebetulan bertepatan dengan lembaga-lembaga lain yang juga mengadakan pelatihan dan outbound di sana. Jadinya ruame.
11.30 | 1 komentar | Read More

Realisasi program LM terbesar mencapai Rp 670.000.000

Written By Informasi singkat tentang saya on Rabu, 13 Februari 2008 | 16.56

Sebanyak 316 mustahik senilai Rp 670.700.000 mendapatkan bantuan dari Pusat Layanan Sosial Masyarakat (PLASMA-YDSF) melalui program Layanan Mustahik. Program ini memberikan bantuan secara bertahap. Pelaksanaan program mulai tanggal 12-14 Februari 2008. Tanggal 12 Februari 2008 sebanyak 63 orang lembaga, tanggal 13 sebanyak 47 lembaga, dan tanggal 14 sebanyak 150 lembaga.

“Realisasi ini merupakan realisasi terbesar selama kurun waktu LM berdiri “ kata Herman, Koordinator Program LM. Realisasi yang dilakukan memang terbesar, bila dibandingkan periode sebelumnya yang hanya Rp 267.620.000, dengan jumlah penerima bantuan sebanyak 70 lembaga.

Adapun lembaga penerima bantuan yaitu masjid (167) dengan total nilai Rp 334.200.000, lembaga pendidikan (116) dengan total Rp 274.500.000, lembaga yatim (22) sebesar Rp 44.000.000, dan lembaga dakwah (11) sebesar Rp 18.000.000. Bentuk bantuan yang diberikan berupa material dan non-material. Material berupa material bangunan, alat peraga luar dan dalam, mebel, komputer. (as)
16.56 | 0 komentar | Read More